ASUS EeeBook E202 Fanless Design

ASUS EeeBook E202 Fanless Design - Saat ini komputer minimalis yang berbentuk mungil masih menjadi tren tersendiri dalam beraktivitas bekerja sehari-hari. Dengan beragam kemudahan dalam penggunaan yang ditawarkan ASUS EeeBook E202, membuat notebook ini tetap diminati, karena ASUS EeeBook E202 dikenal dengan karakter antara lain praktis, ringan, memiliki durabilitas baterai yang panjang serta tampilan trendi.

ASUS EeeBook E202 Fanless Design

Juliana Cen selaku Country Product Group Leader ASUS di Indonesia, mengungkapkan pihaknya telah menghimpun beberapa fitur unggulan yang kemudian merangkumnya ke dalam sebuah notebook yang diberi nama ASUS EeeBook E202.
ASUS EeeBook E202 Fanless Design
ASUS EeeBook E202 Fanless Design

“Laptop ini didesain dengan fungsionalitas yang lengkap dan performa yang memukau,” kata Juliana.

Seminimalis Kertas A4


Sebagai perwujudan dari konsep minimalis, Juliana mengatakan, tubuh notebook dibingkai menggunakan bodi yang bahkan lebih kecil dari kertas A4. Perangkat ini memiliki dimensi 29.7 x 19.4 x2.14cm dengan bobot yang cukup ringan hanya 1,25Kg.

Walau ASUS EeeBook E202 berbentuk mungil, pengguna akan tetap dimanjakan dengan penampang layar 11,6 inci yang cukup memberikan kenyamanan untuk mata walau digunakan untuk kerja secara mobile.

“Ukuran layar tersebut cukup ideal, tidak terlalu kecil maupun besar, dan berdampak pada bobot perangkat yang akhirnya mampu direduksi untuk memberikan kenyamanan saat hendak digunakan secara mobile,” kata Juliana.

Selain itu, dengan layar display yang memiliki resolusi HD (1366 x 768) pengguna tetap nyaman ketika menyaksikan konten multimedia berupa video atau 3D dengan kualitas yang baik.

Genre notebook jenis ini, ditujukan untuk kalangan pelajar, mahasiswa, profesional serta eksekutif muda. Salah satu alasannya, target pengguna ini lazimnya memakai gadget yang mungil namun tetap trendi ketika dibawa berpergian.

ASUS EeeBook E202 Fanless Design disusun dengan spesifikasi dan rincian teknologi yang membuatnya menjadi perangkat yang mumpuni. Beberapa teknologi terbaru yang disematkan antara lain adalah USB 3.1 Type-C yang memiliki bentuk simetris.

Tipe USB tersebut pun diketahui dapat mentransmisikan perpindahan data dengan kecepatan hingga 5Gbps, sehingga proses lalu lintas pemindahan lebih cepat.

Notebook ini pun disematkan perangkat penyimpanan berbasis Hard Disk Drive (HDD) pada notebook ini. Ukurannya pun relatif besar, mencapai 500GB. Dengan ukuran itu, pengguna dapat menyimpan berbagai file multimedia maupun dokumen penting pada notebook tersebut.

Untuk konektivitas jaringan, notebook ini menggunakan teknologi nirkabel 802.11ac dan Bluetooth 4.0. Notebook ini diklaim memiliki kelebihan dalam hal kecepatan transmisi data yang sangat tinggi, hingga mencapai 1300Mbps. Jauh lebih cepat dibandingkan dengan transmisi data Wifi berbasis 802.11n yang maksimum hanya mencapai 450MBps saja.

Sementara Bluetooth 4.0, memiliki keunggulan memiliki konsumsi daya yang lebih kecil sehingga akan menghemat baterai serta memiliki jangkauan transmisi data yang lebih jauh dengan jarak lebih dari dari 100 meter.

Papan ketik pada notebook mungil ini telah dirancang dengan fitur chiclet. Jarak antar tombolnya adalah 18,4mm sementara luasnya secara keseluruhan yakni 268 mm. Dengan spesifikasi tersebut, membuat pengalaman mengetik menjadi lebih nyaman dan akurat.

Baterai ASUS EeeBook E202 Cukup Mumpuni

Notebook ASUS EeeBook E202 Fanless Design diklaim memiliki satu lagi kelebihan dari pesaingnya yang sangat membantu ketika pengguna mengoperasikan perangkat dalam bekerja sepanjang hari. Hal itu dikarenakan durabilitas/daya tahan baterai yang sanggup bertahan hingga 8 jam.
ASUS EeeBook E202 Fanless Design
ASUS EeeBook E202 Fanless Design. pic:Asus

Dengan kemampuan yang dimiliki memungkinkan penggunaan komponen prosesor Intel Celeron Dual Core N3050 generasi kelima atau Braswell, jenis prosesor ini dikenal memiliki nilai Thermal Design Power (TDP) yang kecil, yakni sekitar 6 watt, dengan rendahnya konsumsi daya yang digunakan membuat kapasitas baterai tidak cepat habis.

Tingkat TDP yang rendah juga membuat notebook tidak menghasilkan panas yang tinggi ketika dioperasikan. Sehingga, perangkat pendinginan pun tidak terlalu diperlukan atau tanpa menggunakan pendinginan berbasis kipas (fanless design). Sisi positif lainnya, notebook ini tidak mengeluarkan suara saat dioperasikan.

Baca Juga